Untuk Saya pt. 2


Sebuah cerpen

Sayang, coba duduk sini sebentar. Saya ingin bercerita. Saya ini wanita bodoh yang selalu gundah dan sulit percaya pada pria. Bukan karena tak ingin percaya tapi masa lalu mengajarkannya begitu. Atau memang karena kepribadianku yang tidak bisa ditebak sehingga orang-orang enggan didekatku. Saya bukan wanita yang dengan lantangnya mengungkapkan isi perasaannya. Saya sering kali bertemu dengan kegagalan. Saya merasa setiap saya mampu mencapai sesuatu atau saya menemukan seseorang yang menghadirkan kembali rasa itu, saya mengacaukannya. Bukan tanpa penyesalan. Saya menyesal. Saya minta maaf. Namun kita semua tahu tidak akan ada yang sama setelah kata maaf. Tidak semua luka mampu sembuh dengan kata maaf. Saya mengatakan ini semua karena saya ingin jujur padamu. Saya juga jujur saat saya bilang saya menyukaimu. Padamu saya ingin jelas saat mengatakannya, saya menyukaimu. Saya sadar saya belum bisa memberikan alasan apa-apa. Tapi seperti yang sudah kamu tahu sebelumnya saya ini kacau tidak patut dicinta lama-lama. Bahkan permintaan maaf saya pun hanya dibaca oleh mu. Saya bisa apa. Memang saya sendiri pengacaunya.

Lalu tadi kamu bilang lupakan saja. Saya mengutuk diri sendiri dalam hati. Bodoh bodoh bodoh. Saya jadi memikirkan kalimat yang saya tulis di blog sebelumnya, "Dengan segala kemungkinan yang ada boleh ga sih saya berharap kita bersama?".

Apa saya kurang ajar punya pikiran tersebut. Seharusnya memang saya juga sadar. Saya bukan apa-apa. Kamu tidak pernah mengatakan apa-apa. Kita bukan apa-apa. Bahkan tidak pernah ada kita. Kalau begitu dengan segala kelancangan yang saya sebabkan biarkan saya menyukaimu yah. Saya tidak akan menganggu. Saya janji.

Komentar

Postingan Populer